IPO PT TRANSCOAL PACIFIC Tbk

Jakarta, 30 Mei 2018– Perusahaan jasa pelayaran yang berfokus pada transportasilautdan logistik batubarayakni PT Transcoal PacificTbk siap melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) dengan melepas sebanyak-banyaknya 1.500.000.000 (satu miliar lima ratus juta) saham atau 27,27% dari jumlah modal disetor setelah Penawaran Umum (enlarged capital).Lokasi usaha Perseroan berada di Sangatta, Bengalon – Kalimantan Timur serta di Asam-asam – Kalimantan Selatan. Perseroan juga mulai membuka lokasi tujuan ke luar negeri. Manajemen Perseroan telah menunjuk Penjamin Pelaksana Emisi Efek : PT Investindo Nusantara Sekuritas dan   PT Jasa Utama Capital Sekuritas.

Direktur Utama PT Transcoal Pacific Tbk– Dirc Richard Talumewo mengatakan, “Potensi bisnis jasa transportasi dan logistik laut, termasuk angkutan batubara, sangat terbuka lebar. Apa lagi cadangan batu bara dan hasil tambang lainnya juga masih melimpah di negeri ini sehingga menjadi peluang untuk jasa pengangkutan. Prospek bisnis kami juga ditopang kebutuhan jasa angkutan laut yang semakin banyak, selain dari komoditas batubara.” Richard menambahkan, kebutuhan PLN akan batubara yang setiap tahun meningkat menjadi kesempatan besar dalam mengembangkan usaha Perseroan.

Katalis positif lainnya ialah langkah pemerintah memberi kemudahan dan kesempatan luas bagi usaha angkutan laut, termasuk angkutan batubara lewat Permendag Nomor 82 tahun 2017. “Aturan ini mewajibkan penggunaan kapal nasional untuk pengangkutan eksport batubara. Asas Cabotage angkutan dalam negeri wajib menggunakan kapal Indonesia] di wilayah hukum RIjuga menjadi pendorong bisnis kami,” ungkap Richard di sela-sela Press Conferenceusai  kegiatan IPO Due Diligence Meeting  & Public Expose / Penawaran Umum Perdana Saham pada Rabu, 30 Mei 2018 di Jakarta.

Richard menjelaskan, “Saat ini, bisnisTranscoal Pacific terbagi dalam 3 (tiga)lini utama yakni: pengangkutanbatu baraatau coaltransshipment(loading, underway, discharging/loading into vessel), pengangkutan jarak jauh batu bara atau long-haulingcoal(loading, underway, dichargingdi jettyPLTU), dan pengangkutan minyak Solar Industri atau CPO denganoil barge(loading jetty, tug boat and oil barger, disharging jetty).” Adapun armada kapal yang telah dimiliki Perseroan hingga kini berjumlah 13 kapal tunda dan 12 tongkang, 1 Floating Terminal Station (FTS) serta alat-alat berat penunjang kegiatan operasional lainnya.

Sementara itu, Direktur KeuanganPerseroan Amril menjelaskan, “Untuk kegiatan IPO ini, Perseroan menggunakan laporan keuangan per Desember 2017 sebagai dasar valuasi. Dari sisi kinerja, fundamental Perseroan sangat baik; untuk pendapatan usaha pada tahun 2017mencapai Rp650,38 miliar, naik 15% dari tahun 2016 sebesar Rp565,13 miliar dan tahun 2015 sebesar Rp337,49 miliar.” Hingga Desember 2017, aset Transcoal mencapai Rp844,99 miliar, mengalami peningkatan sebesar Rp 112,82 miliar atau naik 15% dari tahun sebelumnya sebesar Rp732,17 miliar. Sedangkan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) secara tren juga meningkat. Tahun 2017, EBITDA Transcoal mencapai Rp153,30 miliar naik dari tahun 2016 sebesar Rp150,43 miliar dan tahun 2015 sebesar Rp95,19 miliar.Dari sisi ROE [return on equity] juga masih positif di mana tahun 2017 sebesar 18%. ROA [return on asset] tahun 2017 sebesar 11%.

SetelahIPO, Perseroan berkomitmen untuk membagikan dividen atas laba bersih kepada pemegang saham. Besaran dividen itu yakni sebesar 20% dari laba jika laba bersih mencapai Rp100 miliar dan sebesar 25% bila laba bersih di atas Rp100 miliar.Pembagian dividen akan dilakukan mulai dari tahun 2019 berdasarkan laba bersih setelah pajak tahun buku 2018, dengan memperhatikan keputusan para pemegang saham dalam RUPS.

Sebagai informasi, adapun beberapa klien Transcoal untuk kontrak jasa angkutan batubara dan jasa lainnya adalahPT Kaltim Prima Coal, PT Arutmin Indonesia, PT Petromine Energy Trading, dan PT Petro Storindo Energi.

Direktur Investment Bankingsekaligus sebagai Lead Underwriterdari PT Investindo Nusantara Sekuritas – Anshy Sutisnamemaparkan, “Dana hasil IPO yang dihimpun, seluruhnya akan digunakan calon emiten sebagai modal kerja yang akan digunakan untuk kegiatan operasional.”  Sedangkan kisaran harga saham yang ditawarkan kepada publik antara Rp110,00 – Rp150,00 per saham.

Rencana Jadwal IPO Transcoal Pacific Tbk adalah sebagai berikut:        

Masa Penawaran Awal25Mei – 31 Mei2018
Perkiraan Tanggal Efektif21 Juni 2018
Perkiraan Masa Penawaran Umum25 Juni – 26 Juni 2018
Perkiraan Tanggal Penjatahan28 Juni 2018
Perkiraan Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan (Refund)29 Juni 2018
Perkiraan Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik29 Juni 2018
Perkiraan Tanggal Pencatatan Saham pada BEI2Juli 2018

Tentang PT Transcoal PacificTbk :

Perseroan di dirikanpada tahun 2007 (memiliki pengalaman selama 11 tahun) dan langsung mendapat klien Arutmin Indonesia, hasil kerja sama dengan PT Dharma Gemilang, untuk pekerjaan transshipment. Pemegang saham Perseroan saat ini ialah PT Karya Permata Insani (30%) dan PT Sari Nusantara Gemilang (70%) dengan ultimate shareholdersyakni Abdullah Popo Parulian, Aliyah Sianne Salim, dan Ayu Astrid Maylinda.

Tahun 2017, dilakukan peningkatan modal disetor menjadi Rp400 miliar dan pengadaan 1 set tug & barge ukuran 300 feet dan pengadaan 1 unit kapal FTS (FloatingTerminal Station).

Related News

Scroll to Top