Media Workshop Bersama Saint-Gobain Gyproc Indonesia di Pontianak, Kalimantan Barat

\"\"

Pontianak, 22 Februari 2018 – Sebagai ibu kota provinsi Kalimantan Barat, Pontianak dikenal juga dengan “Kota Khatulistiwa” dan dijuluki “Negeri Seribu Sungai”. Sebagai kota yang dijuluki dengan “Kota Air”, Pontianak mempunyai karakter fisik 80 persen kawasan rawa yang dipengaruhi oleh pasang surut sungai-sungai yang ada. Selain itu kondisi fisik tanah pada sebagian kota di Kalbar merupakan tanah bergambut. Kota ini juga memiliki kelembaban yang tinggi atau merupakan daerah basah karena kelembaban udaranya antara 99,58 % dan 48,83 %. Menurut FH. Schmidt dan JHA. Ferguson, iklim daerah ini termasuk tipe A atau merupakan daerah basah.

Selain kondisi alam dan iklim di daerah Kalbar yang cukup unik, kota ini juga terkenal dengan sumber daya alamnya. SDA yang dimiliki oleh Kalbar telah menarik banyak investor untuk datang dan meningkatkan perekonomian serta mengembangkan kota Pontianak sehingga menjadi pusat perdagangan ekonomi. Hal inilah yang kemudian membuat Pontianak menjadi surga baru di bisnis properti. Dengan kekuatan infrastruktur dan bandara internasional Supadio serta pelabuhan sebagai gerbang perekonomian yang menjadi urat nadi pertumbuhan ekonomi Kalbar.

Sektor properti yang agresif dan masuknya perusahaan properti nasional yang mengembangkan dan menawarkan hunian mewah hingga sederhana, membawa dampak yang signifikan terhadap produsen bahan bangunan seperti PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia atau dapat juga disebut dengan Saint-Gobain Gyproc Indonesia. Produsen papan gypsum dengan merek Gyproc ini hadir di Pulau Kalimantan, khususnya di Pontianak untuk pertama kalinya.

“Hadirnya Gyproc di Kalimantan Barat guna memberikan edukasi kepada masyarakat Pontianak dan sekitarnya mengenai revolusi papan gypsum yang tak hanya dapat digunakan sebagai plafon namun juga dapat digunakan sebagai dinding, pengganti dinding konvensional seperti batu bata,” buka Hantarman Budiono – Managing DirectorSaint-Gobain Gyproc Indonesia pada saat membuka acara Diskusi Media bersama Gyproc, Kamis 22 Februari 2018, di Pontianak.

Seperti kita ketahui, selama ini papan gypsum lebih familiar digunakan sebagai plafon bukan untuk dinding. Namun kini papan gypsum juga bisa diaplikasikan sebagai dinding pada bangunan. Bahkan bisa lebih kuat dibandingkan dinding bata yang memakan waktu penggerjaan cukup lama dan kurang efisien dari sisi cost pembangunan.

Hantarman Budiono kembali melanjutkan, bahwa saat ini perlu adanya terobosan, inovasi baru pada bahan bangunan. Terutama pada dinding yang mampu beradaptasi terhadap cuaca baik pada kondisi dingin maupun panas dan ringan sehingga bisa digunakan pada kontur tanah gambut. “Bahan bangunan adalah salah satu komponen yang sangat penting untuk membangun rumah atau gedung. Pemilihan material yang tepat menentukan kenyamanan dan ketahanan bangunan tersebut. Terlebih Kalimantan Barat merupakan daerah dengan kelembaban yang cukup tinggi sehingga perlu pemilihan bahan bangunan yang tepat,” kata Hantarman.

  1. Roffie Faturrachman, IAI, sebagaiKetuaIkatan Arsitek Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, menyambut positif hadirnya Gyproc di Kalbar. “Kehadiran produk gyproc sangat baik bagi perkembangan dunia arsitektur di kota Pontianak maupun di Kalbar, karena bagi para perancang dan pengembang bangunan mempunyai alternatif lain dalam pembangunan. Selain itu sebagai salah satu upaya memenuhi kebutuhan bahan bangunan yang meningkat seiring dengan pertumbuhan bangunan di kota Pontianak,” tandasnya.

Ramah Lingkungan

Saint-Gobain Gyproc Indonesia juga sangat concernterhadap kelestarian lingkungan. Hal itu dibuktikan dengan inovasinya dalam menciptakan produk bahan bangunan ramah lingkungan yaitu drywall system(sistem dinding kering) yang berbahan utama gypsum dan 100 persen dapat didaur ulang, tidak mengandung bahan beracun, serta tidak memerlukan banyak air pada saat konstruksi sehingga dapat menghemat waktu konstruksi hingga 35 persen.

Dengan memakai produk bahan bangunan ramah lingkungan (Green Product) diharapkan ke depannya bangunan-bangunan yang ada di Indonesia dapat menjadi sebuah bangunan berkonsep Green Building. “Kesepakatan tentang Green Architectureataupun Green Buildingsudah menjadi parameter seluruh arsitek yang ada di dunia, termasuk indonesia dan Pontianak, dimana diharapkan dengan besarnya tingkat partisipasi seluruh stake holderyg berkaitan dengan bangunan dalam rangka penerapan Green Buildingini akan mengurangi tingkat risiko kerusakan lingkungan, dan pada akhirnya akan memberikan kualitas hidup lebih baik bagi manusia atau penghuni bangunan,” urai A. Roffie Faturrachman, IAI.

Berbicara mengenai Gyproc sebagai bahan bangunan ramah lingkungan, MukhtarudinDirector  PT Parahita Parabawa, Distributor Gyproc untukwilayah Kalimantan Barat menyambut positif kehadiran Gyproc di Pontianak, “Kami turut mengapresiasi masuknya bahan bangunan yang dianggap masih baru yakni papan gypsum dengan teknologi drywall system dari Saint-Gobain Gyproc Indonesia. Karena selain ramah lingkungan, benefit lainnya yaitu mendapatkan manfaat secara wujud fisik dinding yang modern dan berkelas serta efisien dalam cost produksi.”

Dinding Gypsum Super Kuat

Melihat kebutuhan akan bahan bangunan berkualitas yang terus meningkat dan didukung dengan divisi Research & Development (R&D) yang mumpuni, Gyproc terus berupaya untuk menciptakan terobosan-terobosan baru, menciptakan ragam produk yang paling inovatif dan tercanggih dalam sejarah dinding, yaitu HabitoTM. Sebuah sistem dinding kering Gyproc yang lima kali lebih kuat daripada dinding gypsum standar. Kekuatan lainnya, HabitoTM juga tahan terhadap guncangan yang terus menerus, mampu menahan beban hingga 30 kg per titik pemasangan.

“HabitoTM sebagai dinding terkuat, telah lulus uji beban sehingga mampu untuk menahan hingga 30 kg per titik. Hal ini memungkinkan pengguna untuk memasang barang-barang seperti rak TV, kitchenset, meja pajangan, lukisan dan lainnya dengan mudah, langsung di tempat yang diinginkan. Soal kekuatan jangan khawatir, dipukul dengan martil pun tidak akan pecah. Bahkan tahan getaran dan guncangan gempa,” jelas Kriswido Prasetya, Technical Support & Specification Manager Saint-Gobain Gyproc Indonesiakepada para wartawan.

 

HabitoTM hanya salah satu dari produk istimewa Gyproc. Selain Habito, ada pula Glasroc H dan XRocTM. Glasroc H adalah inovasi Gyproc yang didesain khusus untuk ruangan yang memiliki kelembapan tinggi. Memberikan ketahanan yang baik terhadap paparan air dan anti jamur. Dapat langsung digunakan sebagai tile backing sehingga tidak memerlukan waterproof treatment. Sementara XRocTMadalah inovasi lain dari Gyproc dalam memenuhi kebutuhan pada fasilitas kesehatan. Papan gypsum bebas timbal ini memiliki performa antiradiasi sinar-X sehingga cocok untuk dinding ruangan X-Ray sebuah rumah sakitsehingga dapat memberikan perlindungan terhadap paparan radiasi sinar-X.

“Teknologi ini merupakan yang pertama di Indonesia dan bahkan tergolong baru di Asia. Tidak hanya memberikan perlindungan yang handal dan tersertifikasi terhadap sinar-X namun juga memiliki ketahanan unggul terhadap api dan tingkat kekedapan suara yang tinggi serta ramah lingkungan,” imbuh Kriswido mengenai produk XRocTMyang saat ini telah dipasang pada dinding ruang X-Ray di RS St. Carolus, Jakarta Pusat.

***

Untuk keterangan lebih lanjut:

T.(021) 2788 1968, F. (021) 2788 1738

E.rini.anggraeni@saint-gobain.com

www.gyproc.co.id

Related News

Scroll to Top