Agenda Setting & Public Relations
Agenda Setting & Public Relations

Agenda Setting & Public Relations

Saat PR dan Media Saling Bekerja Sama

Pernah melihat sebuah isu yang terdapat di dalamnya ada unsur suatu instansi atau brand yang mendadak ramai di media dan mendominasi percakapan publik, lalu bertanya-tanya siapa yang ada di baliknya? Dalam banyak kasus, ini bukan semata soal keberuntungan atau viral semata—melainkan hasil kerja cerdas dari para praktisi Public Relations (PR) yang paham bagaimana memainkan strategi Agenda Setting.

Teori ini bukan teori biasa. Dikenalkan oleh Maxwell McCombs dan Donald Shaw dalam studi klasik mereka tahun 1972 di Chapel Hill, teori Agenda Setting menjelaskan bagaimana media massa memengaruhi persepsi publik melalui penentuan prioritas isu. Ketika diterapkan oleh PR, teori ini menjadi senjata ampuh untuk memengaruhi wacana publik tanpa harus membeli ruang iklan.

Artikel ini akan mengulas lebih dalam hubungan teori Agenda Setting dan PR, bagaimana aplikasinya di dunia nyata, serta bagaimana kamu bisa memanfaatkannya dengan dukungan dari KeNDILIMA Strategic Communications.

[ez-toc]

Apa Itu Teori Agenda Setting?

Teori Agenda Setting dikembangkan oleh McCombs dan Shaw dalam studi tentang pemilihan Presiden Amerika Serikat tahun 1968. Mereka menemukan bahwa media punya kekuatan untuk membentuk persepsi publik tentang apa yang penting, dengan cara menentukan topik-topik apa saja yang sering mereka tampilkan.

Menurut buku A First Look at Communication Theory oleh Em Griffin, agenda setting adalah teori yang menunjukkan bahwa media massa tidak hanya mencerminkan realitas, tapi secara aktif membentuk realitas sosial dengan menentukan isu-isu apa yang patut diperhatikan publik.

Media Bukan Netral

Em Griffin menjelaskan bahwa media berfungsi seperti “filter” atau “gerbang informasi.” Media tidak memberi tahu kita apa yang harus dipikirkan, tetapi tentang apa kita harus berpikir. Mereka menyusun urutan agenda publik dengan menyajikan berita tertentu lebih sering, di posisi yang menonjol, atau dengan porsi yang lebih besar.

Dua Tingkat Agenda Setting

  1. First Level: Menekankan pada apa yang harus dipikirkan (isu yang diangkat media)
  2. Second Level: Menekankan pada bagaimana isu tersebut dipikirkan (framing atau pembingkaian isu)

Sumber eksternal: The Agenda Setting Theory in PR Campaigns

Hubungan Agenda Setting dengan Public Relations

Public Relations, terutama melalui media relations, berperan sebagai penyusun narasi yang akan dilihat, dibaca, dan dipertimbangkan media untuk diteruskan ke publik. Dalam konteks ini, PR berperan sebagai “gate opener” bagi media.

Dengan memahami cara kerja agenda setting, praktisi PR bisa:

  • Menyusun pesan strategis yang relevan dengan isu publik
  • Menargetkan media yang tepat untuk penyebaran isu
  • Mengarahkan framing agar isu selaras dengan tujuan brand

Sumber relevan: Perencanaan Agenda Setting Kehumasan di Era Informasi Digital

Strategi PR Menggunakan Agenda Setting

1. Media Activation: Timing dan Relevansi

Media activation tidak hanya tentang sebar siaran pers. Ini tentang:

  • Menyisipkan brand dalam isu yang sedang relevan
  • Menyesuaikan momentum: Hari Besar Nasional, tren global, dll
  • Membangun hubungan baik dengan media sebagai mitra strategis

2. Press Release: Bangun Narasi, Bukan Promosi

Siaran pers harus memuat nilai berita, bukan sekadar informasi promosi. Terapkan prinsip:

  • Relevansi publik
  • Keterkaitan dengan isu sosial, politik, ekonomi
  • Kutipan dari pihak berotoritas

3. Media Pitching: Ciptakan Koneksi yang Bermakna

Pitching bukan sekadar mengirimkan email massal ke media. Ini tentang:

  • Memahami karakter dan kebutuhan tiap media
  • Menawarkan isu yang kontekstual dan bernilai berita
  • Follow up dengan profesional, tidak memaksa

Baca juga: Pentingnya Humas Pemerintah Mengelola Agenda Berbasis Isu

Tips Praktis Menerapkan Agenda Setting

  1. Pantau Tren: Gunakan media monitoring untuk mengetahui isu hangat

Ketika kamu riset media dan menganalisis isu yang sedang hangat di media saat ini, kamu akan bisa menetapkan strategi dan plan yang matang untuk bisa mengagendakan isu atau topik penting tentang brand kepada khalayak. 

  1. Kembangkan Narasi Relevan: Kaitkan isu dengan nilai brand

Membuat narasi yang tepat dan relevan tentang brand yang berkaitan dengan isu yang sedang hangat. Kamu bisa menggunakan brand kamu sebagai solusi dari isu tertentu, atau sekedar menciptakan awareness brand dengan menunjukan nilai-nilai brand.

  1. Latih Tim PR: Agar bisa membuat konten yang media-worthy

Tim PR juga perlu terus update dengan perkembangan media baru di era digital yang dinamis. Sehingga Tim PR kamu bisa terus beradaptasi dengan perkembangan media dalam membuat konten yang menarik dan relevan.

  1. Bangun Relasi Media: Jaga komunikasi personal dengan jurnalis

Membangun hubungan baik dengan media, termasuk dengan para Jurnalis maupun dengan kru awak media melalui interaksi interpersonal secara formal dan informal, namun tetap dengan ranah yang profesional.

Rekomendasi: Gunakan KeNDILIMA untuk Strategi PR Kamu

Sebagai konsultan komunikasi strategis, KeNDILIMA Strategic Communications hadir untuk membantu brand:

  • Mengidentifikasi isu yang selaras dengan nilai brand
  • Merancang narasi yang kuat dan sesuai dengan agenda media
  • Melakukan media pitching dan aktivasi dengan pendekatan humanis
  • Mendampingi proses wawancara dan peliputan

Cek detail layanan kami di halaman layanan KeNDILIMA.

Kesimpulan

Teori agenda setting bukan hanya untuk akademisi. Ini adalah alat praktis yang bisa dimanfaatkan oleh setiap praktisi PR yang ingin membuat brand-nya tampil sebagai thought leader. Jangan tunggu isu datang menghampiri kamu. Bangunlah narasi kamu sendiri.

Ingin mulai memimpin percakapan publik tanpa harus mengandalkan iklan mahal? Konsultasikan strategi PR kamu bersama KeNDILIMA di WhatsApp 

Related News

Scroll to Top