Jakarta, 19 November 2018 – Perusahaan ritel fesyen dan aksesoris khusus pria yakni PT Mega Perintis Tbk akan menggelar Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) dengan melepas sebanyak-banyaknya 230.000.000 (dua ratus tiga puluh juta) lembar saham. Besaran saham itu setara dengan 27,71% dari modal disetor dan ditempatkan Perseroan.
Perseroan mengawali bisnis pada tahun 1999 di bidang garmen. Fokus bisnis Perseroan saat ini terbagi dalam 3 (tiga) lini yakni perdagangan ritel melalui PT Mega Perintis Tbk dan PT Mitrelindo Global, garmen melalui PT Mega Putra Garment, dan perdagangan / tradingmelalui PT Mitra Perintis Merdeka. Merek-merek Perseroan antara lain: Manzone, MOC, Men’s Top serta distributor Nike Indonesia.
Perseroan memiliki konsep untuk toko Manzone sebagai one stop shopping for men, dimana Perseroan menyediakan pakaian dan aksesoris pria untuk kebutuhan basic sampai dengan fashion; mulai dari remaja sampai dengan dewasa. Jaringan distribusi kelompok usaha Perseroan telah tersebar di kota-kota besar Indonesia melalui 573 gerai. “Perseroan terus berekspansi dengan beberapa strategi diantaranya melakukan pemasaran yang tepat guna, pengembangan jaringan dan peningkatan kualitas outlet, serta mengembangkan platforme-commerce,” ujar FX Afat Adinata Nursalim – Direktur UtamaPT Mega Perintis Tbk di sela-sela acara Press Conferenceusai Due Diligence Meeting & Public Exposedi Jakarta, 19 November 2018.
Sebelum IPO, saham Perseroan tercatat dimiliki mayoritas oleh Verosito Gunawan (50,19%), sisanya dimiliki oleh beberapa investor lain.
Afat Adinata Nursalim menjelaskan, “Langkah perusahaan masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IPO adalah bagian dari strategi meningkatkan kapasitas pendanaan perusahaan dan tata kelola untuk lebih baik lagi.” Kinerja perusahaan sampai Juni 2018 masih mencatatkan pertumbuhan secara berkesinambungan. Afat menyatakan optimis dengan prospek bisnis yang dijalankan perseroan saat ini. Apalagi ada indikasi optimisme dari konsumen hingga kini terus meningkat atau terus menunjukkan tren menguat yang tercermin pada Indeks Keyakinan Konsumen di level optimistis. “Meningkatnya keyakinan konsumen ini juga didorong oleh membaiknya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan,” katanya.
Sementara itu,Luki Rusliselaku Direktur Keuangan PT Mega Perintis Tbk mengatakan, “Penjualan netto Mega Perintis hingga Juni 2018 mencapai Rp 254,91 miliar, dengan laba bersih Rp 29,03 miliar. Penjualan semester I/2018 naik sebesar
14% secara year on year dari 30 Juni 2017 sebesar Rp 223,39 miliar. Pada akhir 2017, Perseroan berhasil mencetak pendapatan Rp 397,67 miliar, atau naik 17,8%
dari 2016 sebesar Rp 337,37 miliar. Adapun mengenai laba bersih pada 2017 juga mengalami kenaikan sebanyak 11% menjadi Rp 30,60 miliar dari laba 2016 sebesar Rp 27,69 miliar.”
Wientoro Prasetyo– Presiden Direktur PT Lotus Andalan Sekuritas (LOTS) yang juga ditunjuk Perseroan menjadi Penjamin Pelaksana Emisi Efek memaparkan, “Dana yang ingin diraih Perseroan dari aksi korporasi melalui IPO ini, sekitar 43% akan dialokasikan untuk penambahan modal kerja dan sekitar 31% akan digunakan untuk pengembangan usaha melalui penambahan jumlah outletatau gerai baru, dan sisanya sekitar 26% akan digunakan Perseroan untuk pengembalian fasilitas Short Term Loan (STL) seasonal dari salah satu institusi perbankan.” Selain itu, dari jumlah IPO yang ditawarkan, Perseroan juga mengalokasikan sebanyak-banyaknya sebesar 10% untuk karyawan melalui program Employee Stock Allocation (ESA) guna meningkatkan rasa kepemilikan terhadap perusahaan. Adapun kisaran harga Rp 250 – Rp 300 per saham.
Perseroan menargetkan, untuk pencatatan...




